Monday, December 24, 2012

Sejarah Desa Gadingan


Sejarah Desa Gadingan
Sebelum terbentuknya desa Gadingan, daerah ini bernama Percantilan. Kurang lebih pada abad 15M, ada seorang perempuan yang bernama Nyi Suari, dimana dia adalah seorang keturunan Kesultanan Kerajaan Cirebon. Percantilan sudah ada ketika Indonesia masih dijajah negara-negara asing. Pada masa itu, Percantilan merupakan tempat yang penghuninya sangat sedikit. Semasa Nyi Suari berada di Percantilan, Nyi Suari memiliki sebuah tongkat yang  dalam bahasa Jawa disebut sebagai  tetekan yang terbuat dari Pring (bambu kuning). Bambu kuning Nyi Suari ini ditancapkan olehnya di suatu tempat yang bernama kebuyutan (pemakaman), dengan tujuan untuk meninggalkan jejak bahwa yang memiliki bambu kuning/bambu gading, itu adalah seorang keturunan Kesultanan Kerajaan Cirebon. Setelah menancapkan Pring atau bambu kuning, Nyi Suari kembali ke Kesultanan Cirebon.Setelah kepergian Nyi Suari, ada seorang warga Percantilan yang melihat bambu kuning peninggalan Nyi Suari. Orang ini meyakini bahwa bambu yang ditancapkan di tempat pemakaman, tersimpan pesan sebagai wangsit dari nenek moyang.Di Percantilan, orang-orang sering melakukan perkumpulan di balai yang merupakan tempat orang-orang berkumpul untuk berdiskusi.  Setelah sekian lama mereka melakukan diskusi, mereka mempunyai inisiatif untuk memilih pemimpin sebagai kepala balai.
Dari sekian lama balai berdiri, balai ini mengalami perubahan menjadi balai desa dan kepala balai berubah menjadi kepala desa. Pada tahun 1860, kepala desa pertama melakukan perubahan nama daerah Percantilan menjadi desa Gadingan karena dilihat dari jejak Nyi Suari yang meninggalkan tancapan bambu yang bernama bambu gading. Kepala desa pertama yang memimpin desa Gadingan adalah Kadem. Dan saat ini kepala desa Gadingan dijabat oleh Kuwu  Koedi.
Adapun daftar  susunan pemerintahan desa gadingan yang telah di pimpin oleh kepala desa dari awal adanya desa gadingan hingga sekarang ini dapat dilihat pada table berikut.

Tabel 2.1
SUSUNAN KEPALA DESA GADINGAN DARI MASA KE MASA
No
NAMA
MASA MENJABAT
1
Sarwan
1860 – 1862
2
Kadem
1862 – 1867
3
Murjan
1867 – 1873
4
Sawi
1873 – 1877
5
Murjan
1877 – 1879
6
Kadem
1879 – 1881
7
Kadem
1881 – 1883
8
Kayep
1883 – 1891
9
Mursinah
1891 – 1895
10
Sampen
1895 – 1907
11
Cartiyam
1907 – 1919
12
Calim
1919 – 1921
13
Daspen
1921 – 1931
14
Masiyah
1931 – 1933
15
Tijam
1933 – 1933
16
Karta
1933 – 1945
17
Sartja
1945 – 1947
18
Barka
1947 – 1949
19
Naspan
1949 – 1961
20
Cari
1961 – 1963
21
Suwendra
1963 – 1964
22
Kamyan
1964 – 1979
23
Suratmah
1979 – 1988
24
Syu’aeb
1988 – 1997
25
Nono(PJ)
1997 – 1998
26
Suyanto
1998 – 2007
27
Koedi
2008 – sekarang